Dudu sedang duduk.
Bukan, bukan di kelas kampus. Bukan, bukan juga di dalam angkot. Bukan, bukan pula di bioskop.
Rumah sakit, ya, lobi rumah sakit tepatnya.
Ia hendak menjenguk sanak saudaranya yang sedang rawat inap di sana. Dan apa yang dia lakukan di tempat duduk itu adalah menunggu. Menunggu sanak saudara yang lain untuk bergabung dalam perhelatan jenguk tersebut.
Dudu tidak sendiri. Ia memilih tempat duduk baris nomor 3, bersebelahan dengan seorang ibu.
Percakapan pun terjadi.
"Ibu hendak menjenguk siapa?", mulai Dudu
"Saya sakit, nak", jawab ibu tersebut
"Oh, sakit apa, bu?"
"Ibu juga belum tahu."
"Lalu apa yang ibu tunggu?"
"Entahlah. Mungkin kematian."
Ngek. Dudu menelan ludah saja.
"Saya akan hendak menjenguk saudara di sini. Ibu bisa panggil saya kalau butuh bantuan. Oke?" Dudu mengalihkan pembicaraan
"Ah, iya, nak. Terimakasih", Ibu tersebut tersenyum
Fiuh lega. Sepertinya ibu tadi hanya melantur.
"Ibu bekerja apa?", Dudu kembali membuka topik
"Oh, Ibu dulu pernah bekerja sebagai loper koran. Kemudian, Ibu menjadi guru di salah satu SD kecamatan. Selanjutnya, Ibu beruntung, Ibu duduk di salah satu jabatan kementrian negara. Begitu masa jabatan Ibu selesai, Ibu mendirikan panti jompo. Sambil berbisnis, hitung-hitung untuk menyokong biaya panti jompo. Selanjutnya Ibu aktif dalam kegiatan sosial, nak."
"Lalu, sekarang?"
"Sekarang? Yah, Ibu hanya bisa berharap."
"Berharap apa, Bu?"
"Berharap orang lain menangis ketika saya telah tiada.", tandas sang ibu
[ Read More ]
Bukan, bukan di kelas kampus. Bukan, bukan juga di dalam angkot. Bukan, bukan pula di bioskop.
Rumah sakit, ya, lobi rumah sakit tepatnya.
Ia hendak menjenguk sanak saudaranya yang sedang rawat inap di sana. Dan apa yang dia lakukan di tempat duduk itu adalah menunggu. Menunggu sanak saudara yang lain untuk bergabung dalam perhelatan jenguk tersebut.
Dudu tidak sendiri. Ia memilih tempat duduk baris nomor 3, bersebelahan dengan seorang ibu.
Percakapan pun terjadi.
"Ibu hendak menjenguk siapa?", mulai Dudu
"Saya sakit, nak", jawab ibu tersebut
"Oh, sakit apa, bu?"
"Ibu juga belum tahu."
"Lalu apa yang ibu tunggu?"
"Entahlah. Mungkin kematian."
Ngek. Dudu menelan ludah saja.
"Saya akan hendak menjenguk saudara di sini. Ibu bisa panggil saya kalau butuh bantuan. Oke?" Dudu mengalihkan pembicaraan
"Ah, iya, nak. Terimakasih", Ibu tersebut tersenyum
Fiuh lega. Sepertinya ibu tadi hanya melantur.
"Ibu bekerja apa?", Dudu kembali membuka topik
"Oh, Ibu dulu pernah bekerja sebagai loper koran. Kemudian, Ibu menjadi guru di salah satu SD kecamatan. Selanjutnya, Ibu beruntung, Ibu duduk di salah satu jabatan kementrian negara. Begitu masa jabatan Ibu selesai, Ibu mendirikan panti jompo. Sambil berbisnis, hitung-hitung untuk menyokong biaya panti jompo. Selanjutnya Ibu aktif dalam kegiatan sosial, nak."
"Lalu, sekarang?"
"Sekarang? Yah, Ibu hanya bisa berharap."
"Berharap apa, Bu?"
"Berharap orang lain menangis ketika saya telah tiada.", tandas sang ibu
"Dudu!", eh ada yang manggil aku, pikir Dudu
Sejurus dia tengok ke belakang. Eh, ada Mbak Sekar, terlihat berlari menuju Dudu sambil melambaikan tangan (dan juga tersenyum, imagine that). Mbak Sekar terlihat lebih cantik daripada biasanya (blush). Apa mungkin karena masih nuansa lebaran?
Dudu dengan instingnya : she (mbak sekar) is reborn, success with her fasting month. Subhanallah
Oke, balik ke cerita. Ternyata mereka janjian untuk silaturahmi bareng menuju kediaman Bang Somat. Bang Somat itu adalah pedagang siomay di depan sekolah mereka. Beliau kurang lebih berkepala 3, tetap dengan 1 istrinya dan sudah memiliki 2 anak. Anak pertama dan kedua tidak terpaut jauh usianya. Dua tahun dan lima tahun, keduanya cewek.
"Tok, tok, tok, Assalamualaikum", sapa Dudu dan mbak Sekar
"Waalaikumsalam" jawab penghuni gubuk sederhana.
Bang Somat dengan balita 2 tahunnya tampak dari balik pintu. Sumringah menyambut kedatangan mereka.
"Eh, ada Dudu dan Mbak Sekar. Monggo, monggo, lenggah sik", sambut Bang Somat
Sejurus kemudian, keluarlah balita 5 tahunnya. Berlari, gembira, bersorak, layaknya anak kecil bahagia pada umumnya. Kami mengobrol banyak dengan Bang Somat, Bu Somat, dan kedua balitanya.
Dalam perbincangan yang mengasikkan, ada pemandangan yang membuat Dudu terheran. Mbak Sekar.
Sepulang dari kediaman Bang Somat, Dudu bertanya pada Mbak Sekar.
Dudu dalam pikirannya : Mbak Sekar itu orangnya tertutup, pendiam, sedikit kaku kikuk. Bukan tipe supel, well you can imagine that. Tapi dengan kedua balita tadi, ada sisi lain dari mbak Sekar yang aku baru liat. Kebahagiaan. Pancaran yang berbeda.
"Mbak Sekar, suka anak kecil ya?", Dudu tanya
"Hm, he em", jawabnya
"Cie, udah kebelet pengen punya ya? Hayoo, prikitiew", goda Dudu
"Hush! Kamu tu ya, bapaknya aja belom ada.", jawabnya sambil tersipu, blush
"Tapi Mbak Sekar keliatan sayang banget", rese amat si Dudu
"Aku suka mereka karena mereka jadi diri mereka sendiri. Semua original. Dan aku pun nyaman."
"..............."
"Aku suka mata mereka, kepolosan mereka, tawa mereka, mimpi mereka, hmmph. Tanpa ambisi.", lanjut Mbak Sekar
"Hal yang jarang kita temui di sekolah kita ya, mbak. Hal yang jarang kita temui pada teman-teman kita, para artis, sampai tokoh pemerintahan ya, mbak. Haa, i got it.", Dudu kini paham mengapa Mbak Sekar berkepribadian seperti itu.
"Yah, mungkin aku terdengar egois. Karena terkadang aku ngerasa ga rela. Ga rela mereka nantinya beranjak dewasa.", tamat Mbak Sekar
[ Read More ]
Sejurus dia tengok ke belakang. Eh, ada Mbak Sekar, terlihat berlari menuju Dudu sambil melambaikan tangan (dan juga tersenyum, imagine that). Mbak Sekar terlihat lebih cantik daripada biasanya (blush). Apa mungkin karena masih nuansa lebaran?
Dudu dengan instingnya : she (mbak sekar) is reborn, success with her fasting month. Subhanallah
Oke, balik ke cerita. Ternyata mereka janjian untuk silaturahmi bareng menuju kediaman Bang Somat. Bang Somat itu adalah pedagang siomay di depan sekolah mereka. Beliau kurang lebih berkepala 3, tetap dengan 1 istrinya dan sudah memiliki 2 anak. Anak pertama dan kedua tidak terpaut jauh usianya. Dua tahun dan lima tahun, keduanya cewek.
"Tok, tok, tok, Assalamualaikum", sapa Dudu dan mbak Sekar
"Waalaikumsalam" jawab penghuni gubuk sederhana.
Bang Somat dengan balita 2 tahunnya tampak dari balik pintu. Sumringah menyambut kedatangan mereka.
"Eh, ada Dudu dan Mbak Sekar. Monggo, monggo, lenggah sik", sambut Bang Somat
Sejurus kemudian, keluarlah balita 5 tahunnya. Berlari, gembira, bersorak, layaknya anak kecil bahagia pada umumnya. Kami mengobrol banyak dengan Bang Somat, Bu Somat, dan kedua balitanya.
Dalam perbincangan yang mengasikkan, ada pemandangan yang membuat Dudu terheran. Mbak Sekar.
Sepulang dari kediaman Bang Somat, Dudu bertanya pada Mbak Sekar.
Dudu dalam pikirannya : Mbak Sekar itu orangnya tertutup, pendiam, sedikit kaku kikuk. Bukan tipe supel, well you can imagine that. Tapi dengan kedua balita tadi, ada sisi lain dari mbak Sekar yang aku baru liat. Kebahagiaan. Pancaran yang berbeda.
"Mbak Sekar, suka anak kecil ya?", Dudu tanya
"Hm, he em", jawabnya
"Cie, udah kebelet pengen punya ya? Hayoo, prikitiew", goda Dudu
"Hush! Kamu tu ya, bapaknya aja belom ada.", jawabnya sambil tersipu, blush
"Tapi Mbak Sekar keliatan sayang banget", rese amat si Dudu
"Aku suka mereka karena mereka jadi diri mereka sendiri. Semua original. Dan aku pun nyaman."
"..............."
"Aku suka mata mereka, kepolosan mereka, tawa mereka, mimpi mereka, hmmph. Tanpa ambisi.", lanjut Mbak Sekar
"Hal yang jarang kita temui di sekolah kita ya, mbak. Hal yang jarang kita temui pada teman-teman kita, para artis, sampai tokoh pemerintahan ya, mbak. Haa, i got it.", Dudu kini paham mengapa Mbak Sekar berkepribadian seperti itu.
"Yah, mungkin aku terdengar egois. Karena terkadang aku ngerasa ga rela. Ga rela mereka nantinya beranjak dewasa.", tamat Mbak Sekar
dudu, sebuah karakter kecil dalam blog ini.
jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan status masih belum diketahui.
"gimana ceritanya nih -.-"
bayangkan saja dia adalah refleksi dari diri kamu.
aku pikir hal ini lebih fair :)
[ Read More ]
jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan status masih belum diketahui.
"gimana ceritanya nih -.-"
bayangkan saja dia adalah refleksi dari diri kamu.
aku pikir hal ini lebih fair :)
when i heard you say "i dont have any strength to stay away from you"
i wish he is the one who said that
when i heard you say "you are the only reason i'm still alive"
i wish he is the one who said that
when i heard you "stay with me"
i wish he is the one who did that
[ Read More ]
i wish he is the one who said that
when i heard you say "you are the only reason i'm still alive"
i wish he is the one who said that
when i heard you "stay with me"
i wish he is the one who did that
malam ini,
lagi lagi saya harus kehilangan salah satu puzzle dari puzzle puzzle harapan saya.
harapan yang coba saya susun kemarin, kemarin, dan kemarin, hilang begitu saja.
lagi lagi , saya coba motivasi diri saya, bahwa ada kebaikan di balik ini semua.
saya coba, coba dan coba, membuat saya lama-lama bosan dengan kegagalan, jatuh.
penyesalan demi penyesalan, prasangka demi prasangka.
tapi apa yang bisa saya lakukan,
disini saya hanya bisa merutuk dan mengutuk.
hancur harapan saya yang satu ini,
saya minum pulpy orange, berharap itu adalah vodka, sehingga saya bisa lari dan lupa akan hal ini.
tapi sayang, saya tidak kunjung mabuk juga. rasanya benar-benar seperti jeruk -.-a
untung saya masih punya agama, jadi saya nggak beli vodka beneran -.-v
tapi sial, penyesalan saya makin parah.
saya coba renungi dan saya makin menyalahkan takdir.
oh, kejamnya.
saya merasa gagal untuk SATU HAL INI.
dan saya SADAR, bahwa BANYAK HAL telah terlalu cukup buat saya.
dan saya sadar, takdirtidak terlalu kejam untuk saya, sama sekali tidak kejam untuk saya.
yaa, hari ini saya berkumpul dengan teman-teman BSO, tertawa, mengejek, nge-attack, ngejayus, makan sosis kesukaan, makan rolado, sate, udang kesukaan, papa mama yg meski cerewet tapi gabisa dibayangkan gimana tanpa mereka, adek yg nemenin, kakak yg sarap tapi inspiratif, temen-temen yg meramaikan hariku, kegiatan-kegiatan kampus yg aku ikuti, kesempatan untuk hidup aman, bahkan bernafas masih gratis.
ya ampun, bodohnya, saya jarang sedekah, suka bikin bete orang, egois, moody, ibadah belum sempurna, dan masih banyak hal minus yg seharusnya saya perbaiki.
sudah saatnya buat saya, untuk tidak terfokus pada satu hal, tapi bahwa kehidupan itu terdiri dari banyak aspek, bahwa hidup tidak hanya sekedar ANGKA di atas kertas, bahwa hidup itu bermakna, bahwa hidup itu bagaikan laut penuh harta karun,
dan beruntunglah saya, karena hidup dunia ini tidaklah kekal. saya sangat beruntung dan saya bersyukur karena keberuntungan selalu ada untuk saya, Alhamdulillah :) it means, ada hidup yg patut saya perjuangkan LEBIH! ^_^
[ Read More ]
lagi lagi saya harus kehilangan salah satu puzzle dari puzzle puzzle harapan saya.
harapan yang coba saya susun kemarin, kemarin, dan kemarin, hilang begitu saja.
lagi lagi , saya coba motivasi diri saya, bahwa ada kebaikan di balik ini semua.
saya coba, coba dan coba, membuat saya lama-lama bosan dengan kegagalan, jatuh.
penyesalan demi penyesalan, prasangka demi prasangka.
tapi apa yang bisa saya lakukan,
disini saya hanya bisa merutuk dan mengutuk.
hancur harapan saya yang satu ini,
saya minum pulpy orange, berharap itu adalah vodka, sehingga saya bisa lari dan lupa akan hal ini.
tapi sayang, saya tidak kunjung mabuk juga. rasanya benar-benar seperti jeruk -.-a
untung saya masih punya agama, jadi saya nggak beli vodka beneran -.-v
tapi sial, penyesalan saya makin parah.
saya coba renungi dan saya makin menyalahkan takdir.
oh, kejamnya.
saya merasa gagal untuk SATU HAL INI.
dan saya SADAR, bahwa BANYAK HAL telah terlalu cukup buat saya.
dan saya sadar, takdir
yaa, hari ini saya berkumpul dengan teman-teman BSO, tertawa, mengejek, nge-attack, ngejayus, makan sosis kesukaan, makan rolado, sate, udang kesukaan, papa mama yg meski cerewet tapi gabisa dibayangkan gimana tanpa mereka, adek yg nemenin, kakak yg sarap tapi inspiratif, temen-temen yg meramaikan hariku, kegiatan-kegiatan kampus yg aku ikuti, kesempatan untuk hidup aman, bahkan bernafas masih gratis.
ya ampun, bodohnya, saya jarang sedekah, suka bikin bete orang, egois, moody, ibadah belum sempurna, dan masih banyak hal minus yg seharusnya saya perbaiki.
sudah saatnya buat saya, untuk tidak terfokus pada satu hal, tapi bahwa kehidupan itu terdiri dari banyak aspek, bahwa hidup tidak hanya sekedar ANGKA di atas kertas, bahwa hidup itu bermakna, bahwa hidup itu bagaikan laut penuh harta karun,
"bahwa hidup itu indah jika manusia tahu bagaimana cara bahagia :)"
dan beruntunglah saya, karena hidup dunia ini tidaklah kekal. saya sangat beruntung dan saya bersyukur karena keberuntungan selalu ada untuk saya, Alhamdulillah :) it means, ada hidup yg patut saya perjuangkan LEBIH! ^_^
Selasa, 20 Juli 2010
schedule
survey tempat untuk eksebisi
jam 9.30 WIB
kumpul di JTMI
featuring : anindita dan indrawan
report
berangkat sedikit ngaret, sekitar pukul 10.20
pertama, aku sampe di bentara budaya, kemudian vredeburg, dan terakhir adalah Taman Budaya Yogyakarta
. bagaimana tidak, aku nyoba untuk mencari cari dinding TBY yang biasanya. karena kali ini, TBY berbaju oranye dengan rupa-rupa yang seolah nyata mengelabui mataku. AMAZING. langsung mangap mangap dan megap megap.
ART | JOG | 10
sebuah pameran seni rupa kontemporer Jogja Art Fair (JAF). Event ini merupakan JAF #3 yang berganti nama menjadi ART | JOG | 10 dengan mengusung tema "Indonesian Art Now: The Strategies of Being". Pameran akbar ini melibatkan 158 seniman dari seluruh Indonesia. acara ini berlangsung dari tanggal 16-29 Juli 2010 bertempat di Taman Budaya Yogyakarta.
Penasaran????
[ Read More ]
schedule
survey tempat untuk eksebisi
jam 9.30 WIB
kumpul di JTMI
featuring : anindita dan indrawan
report
berangkat sedikit ngaret, sekitar pukul 10.20
pertama, aku sampe di bentara budaya, kemudian vredeburg, dan terakhir adalah Taman Budaya Yogyakarta
at Taman Budaya Yogyakarta
entah mengapa, aku suka banget bertandang ke tempat ini. buatku, tempat ini artistik, tenang, seni bertebaran di dalamnya, keindahan, ilmu pengetahuan, dan terkadang aku menemuinya sedang ber-pameran ria. Dan, ketika aku datang, mataku terbelalak ART | JOG | 10
sebuah pameran seni rupa kontemporer Jogja Art Fair (JAF). Event ini merupakan JAF #3 yang berganti nama menjadi ART | JOG | 10 dengan mengusung tema "Indonesian Art Now: The Strategies of Being". Pameran akbar ini melibatkan 158 seniman dari seluruh Indonesia. acara ini berlangsung dari tanggal 16-29 Juli 2010 bertempat di Taman Budaya Yogyakarta.
Penasaran????
kepalanya bisa bergerak lho
dikelilingi mahakarya
i am condemned for what i am not
gedung TBY yang disulap hingga ber-oranye ria
Inilah sejuta mahakarya yang akan membuat anda tak sanggup berhenti berdecak. Berbanggalah, sebagai warga tanah air, karena bangsa ini ternyata tak hanya kaya akan sumber daya alam tapi juga kaya akan manusia kreatif beserta karya-karyanya yang mendunia :)
"Kalau manusia biasa membutuhkan sejuta kata untuk satu makna, maka seniman hanya membutuhkan satu karya untuk sejuta makna"
Formulatrix, Indofood, Museum Geologi, ITB, Jotun, Monas, Kick Andy, Dufan
[ Read More ]
Serentetan jadwal yang bisa dikatakan padat namun sangat menyenangkan. Perjalanan ini menjadi agenda yang meninggalkan kesan bagi pesertanya dan tentunya sangat diharapkan untuk meningkatkan performanya pada edisi berikutnya :)
Visiting ini dirancang oleh departemen humas, Badan Eksekutif Mahasiswa KMFT. Berlangsung pada 12-16 juli 2010 diikuti oleh kurang lebih 48 peserta ditambah 1 dosen pembimbing. Lepas landas dengan bus dari tugu teknik, pertama kami menuju industri manufaktur robotika, Formulatrix. Salatiga. Selanjutnya, perjalanan menuju industri makanan terkemuka di Indonesia, Indofood yang berada di Semarang. Hari berikutnya kami belajar geologi di museum geologi kemudian dilanjutkan menuju ITB dengan disambut oleh BEM ITB. Hari ketiga kami bersilaturahmi ke Jotun, sebuah perusahaan cat. Setelah berkeliling di pabrik cat ini, kami langsung meluncur terlebih dahulu ke Monas, kemudian dilanjutkan dengan Kick Andy di Metro TV. Hari terakhir menjadi ajang refreshing yang sesungguhnya di taman bermain Dufan.
saat hendak pulang, menyempatkan diri narsis - ITB
di lantai 2 gedung metrotv sebelum off air Kick Andy
Meskipun ada beberapa perubahan jadwal, pembatalan kunjungan, namun KI BEM KMFT ini tidak kehilangan esensinya. Senyum, canda, tawa, narsis, menjadi pembalut suasana kekeluargaan di kalangan peserta. Hal ini menjadi bukti bahwa Kunjungan Industri merupakan program yang melahirkan efek positif sehingga perlu untuk tetap dilanjutkan.
LANJUTKAN !!!
" libur telah tiba, libur telah tiba, hatiku gembiraaaaaaaa "
jadi inget lantunan tembang ceria dari artis cilik Tasya, yeah karena libur telah tiba. waktunya bersenang-senang. temen2 saya yang dari sunda, sumatra, jateng, udah pada balik ke habitat asalnya. tapi napa ketika saya keluar rumah menuju traffic light. bukannya tambah sepi tapi malah tambah mbludak?
well well well
jogja lagi hingar bingar perayaan liburan
dimulai dari Muktamar Muhammadiyah (3-8 juli 2010) yang tentunya menjadi sorotan utama,
kemudian sempat juga diselenggarakan wisata kuliner yang di sponsori oleh Frestea di Lapangan Denggung (3-4 juli 2010),
jogja fair yang diselenggarakan di JEC,
mm, apalagi yaaa?
yang jelas, libur telah tibaaaaa.
wah pokonya gada matinya, makin betah aja di jogja kalo gini caranya.
kebetulan saya sempat hadir pada salah satu event menarik di jogja ini, yaitu wisata kuliner.
intinya, MAKAN MAKAAAAAN
hmm, sya datang pada sabtu malam (3-7-2010) sekitar pukul setengah 8an.
saya datang dan langsung disambut dengan lantunan tembang dari Jasmine.
saya akui jasmine ini emg T O P B G T
alhamdulillah sebelumnya saya pernah berkesempatan wawancara dengan vokalisnya, Paksi.
*masih inget sama saya ngga ya? --a
well, saya lanjut hunting makanan *karena niat saya emg numpang maem malem, selaen karena emg lapeeer banget
saya memilih menu hotmeal, bakso kepalasapi, dan kebab. hmm yummy, i love eating (lho!)
ternyata di sana, tak hanya menu makanan yang sanggup menggoyang lidah, namun menu bintang tamu sanggup menggoyang para pengunjung.
terbukti, setelah mengkatamkan ritual makan malam, langsung saja lapangan denggung mulai digoyang lagi dengan lantunan band ternama, Alexa. saat itu, Alexa tidak hanya membawa tembang miliknya saja, tapi juga milik orang lain. meskipun begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk bergoyaaangggg.
[ Read More ]
jadi inget lantunan tembang ceria dari artis cilik Tasya, yeah karena libur telah tiba. waktunya bersenang-senang. temen2 saya yang dari sunda, sumatra, jateng, udah pada balik ke habitat asalnya. tapi napa ketika saya keluar rumah menuju traffic light. bukannya tambah sepi tapi malah tambah mbludak?
well well well
jogja lagi hingar bingar perayaan liburan
dimulai dari Muktamar Muhammadiyah (3-8 juli 2010) yang tentunya menjadi sorotan utama,
kemudian sempat juga diselenggarakan wisata kuliner yang di sponsori oleh Frestea di Lapangan Denggung (3-4 juli 2010),
jogja fair yang diselenggarakan di JEC,
mm, apalagi yaaa?
yang jelas, libur telah tibaaaaa.
wah pokonya gada matinya, makin betah aja di jogja kalo gini caranya.
kebetulan saya sempat hadir pada salah satu event menarik di jogja ini, yaitu wisata kuliner.
intinya, MAKAN MAKAAAAAN
hmm, sya datang pada sabtu malam (3-7-2010) sekitar pukul setengah 8an.
saya datang dan langsung disambut dengan lantunan tembang dari Jasmine.
saya akui jasmine ini emg T O P B G T
alhamdulillah sebelumnya saya pernah berkesempatan wawancara dengan vokalisnya, Paksi.
*masih inget sama saya ngga ya? --a
well, saya lanjut hunting makanan *karena niat saya emg numpang maem malem, selaen karena emg lapeeer banget
saya memilih menu hotmeal, bakso kepalasapi, dan kebab. hmm yummy, i love eating (lho!)
ternyata di sana, tak hanya menu makanan yang sanggup menggoyang lidah, namun menu bintang tamu sanggup menggoyang para pengunjung.
terbukti, setelah mengkatamkan ritual makan malam, langsung saja lapangan denggung mulai digoyang lagi dengan lantunan band ternama, Alexa. saat itu, Alexa tidak hanya membawa tembang miliknya saja, tapi juga milik orang lain. meskipun begitu, hal tersebut tidak menyurutkan semangat pengunjung untuk bergoyaaangggg.