PUT THE GARBAGE IN THE RIGHT PLACE

saya tidak menyalahkan bagi siapapun yang mau bilang ini sampah, karena beginilah adanya. yang terpenting saya buang sampah pada tempatnya :)

06 juli 2011
Sepang International Circuit
Malaysia






Hari ini menjadi hari pertama kami mengikuti rangkaian acara Shell Eco Marathon Asia. Satu hal pertama yang langsung nyangkut di benakku : Wow, here i am now..di sebuah sirkuit di mana Valentino Rossi pernah mondar mandir di sini..di mana mobil F1 pernah berlaga di sini. Siapa tau, ini tempat jejak kaki Rossi pernah berjalan. Seolah tayangan para bintang balap bersliweran di layar penglihatanku. Terdengar sedikit-agak-sangat villager sih. Tapi whatever lah hyaa :p


Agenda pertama, briefing akbar dari seluruh peserta. Dari sini, bisa dilihat adanya berbagai ras dan warna kulit bercampur aduk dalam satu ruangan yang menurut penglihatanku : Ini adalah pemandangan yang sangat kaya. Jarang-jarang momen seperti ini bisa kunikmati. Kurang lebih ada 13 negara yang ikut serta dalam ajang ini, mulai dari Indonesia, Filipina, Malaysia, Brunei, Vietnam, India, Pakistan, China, Jepang, Singapura, Thailand, terus apalagi ya? *lupa*


Dari briefing ini, kami diperkenalkan dengan tema GOAL ZERO IS POSSIBLE. Kami dituntut untuk menanamkan statemen ini di sanubari masing-masing. Statemen ini erat kaitannya dengan kedisiplinan untuk menomorsatukan safety di atas segalanya.
Oleh karena itu, ketika MC menyerukan "Safety..!"
Peserta diminta untuk menjawab dengan "First!!!"


Setelah briefing, kami lanjutkan kegiatan kami (baca: para mekanik tim semar) mengutak-atik mesin untuk dapat menembus berbagai tes sebagai prasyarat untuk memasuki sirkuit. Kagum dengan para mekanik ini...panas, keringat, peluh, lelah menyatu. Namun, semangat juang tetap dikobarkan.


Kami menempati pit 13 dan 35.
Saya dan tim menempati untuk pit 13. Perkenalkan, ambassador kami (semacam LO) bernama Xixu Yi (Allen) berasal dari China.
Awalnya susah kali nyambungin pembicaraan dengan dia yang berbicara English dengan logat Chinesse...Tapi, saya mencoba mengerti...ceilaah :p


Btw, intermezzo... Satu hal untuk hari pertama ini aku inget banget. Suguhan lunch nasi putih ditemani dengan Hungarian Chicken yang enaknyaaa hmmm :9
~akhirnya makan nasi putih juga~
:D


Sorenya dilanjutkan dengan foto akbar seluruh tim peserta beserta kendaraan pribadinya. Langsung di atas aspal sirkuit...


Well, dan perjuangan ini, terus berlanjut sampai hari kedua...



[ Read More ]

Hari ini, pukul 9.20, pesawat Air Asia jurusan Yogyakarta dari Kuala Lumpur mendarat di landasan udara Adisutjipto Yogyakarta dengan selamat. Alhamdulillah, tim SEMAR UGM tanpa kurang satu anggotapun kembali ke tanah air tercinta.

Sampai di kota kelahiran ini, rasanya lega banget. Nggak perlu ribet lagi ngliatin paspor ini masih ada di tas apa enggak, nggak perlu ngecekin dompet lagi masih punya ringgit apa enggak, nggak perlu repot lagi nyari taksi sekedar pengen muter KL, nggak perlu lagi belibet ga nyambung ngomong english-alay, dan sebagainya. Tapi di balik gorden keribetan ini, tetep berasa ada yang hilang. Mungkin karena tujuh hari bukanlah waktu yang sebentar. Seven days with all of memorable joyfull. Great! :D

Melawat negeri jiran adalah kali kedua buat aku. Tapi di kali kedua ini, baru bener-bener ngefeel kalo ,"Yes, Here i am now in Malaysia!"
Tanya kenapa?
Well, mungkin karena sempet kesandung masalah such as paspor salah satu temen hilang. Great! =.=
Walhasil, punya cerita jalan-jalan sampe Indonesian Embassy (Kedubes Indonesia) di Malaysia. Honestly, sepertinya itu kali pertamanya ke kedubes manapun.
Then, mungkin karena perjalanan di negeri ini tanpa travel agent, jadi agenda mbolang pun suka-suka hati. Jadi inget deh senengnya belanja sampe gatau waktu tiba-tiba udah malem, beli es durian (hahaha), jalan dari pasar seni ke petaling, menyusuri jalan pulang ke penginapan yang lumayan bikin kaki kempolan, bingungnya cari makanan halal di sekitar petaling, dan yang jelas capeknya kaki oooh myy.....ahahahhaha

Kalo ditanya : Pengen balik lagi ke Malaysia?
Jawabnya : Pengen sih, tapi lebih pengen balik ke tanggal 5 Juli 2011 :p
~buset dah, kasian itu para mekaniknya kerja rodi. Good Job buat kalian semua! :D~

Seneng, puas, dan memorable banget.
Thankyou dan makasih buat kalian dan kita semuaaaaa.
Selamat telah membawa pulang Piala Technical Innovation.
You're all great \(^o^)/




...tunggu cerita seputar trip ini lainnya :)...
[ Read More ]

We are now at Kuala Lumpur, fasten your seatbelt. We will land for a while.

Kira-kira gitu kali ya yang diomongin ama mbak Pramugari dari salah satu maskapai penerbangan tadi. Salah salah mohon maaf :)

Jalan-jalan sampai negeri jiran, sudah bukan hal yang luar biasa lagi untuk sebagian orang. Because now everyone can fly *ups, semacam jargon maskapai penerbangan (baca: Air Asia).
And now here i am...

Alhamdulillah landing dengan selamat dan sukses di LCCT. Dari pesawat, saya dan teman-teman tim berjalan kaki cukup jauh untuk sampai ruang imigrasi. Sampai bagian imigrasi, kami harus menunjukkan paspor untuk dapat masuk negara ini dengan nyaman. Di bagian imigrasi ini, saya sempet bingung. Bukan bingung lewat jalan mana atau mekanisme gimana gimana. Tapi roaming dengan obrolan yang terjadi antara saya dengan petugas di sana. Basic bahasanya sama, tapi sepertinya saya harus belajar lagi untuk konteks nada dan meaning di sini. Well, kami lanjut makan siang di McD LCCT. Kali ini saya harus rela makan siang tanpa nasi karena ternyata di McD ini tidak ada nasi. So, cukup makan ayam dengan french fries sebagai pengganti nasi. Meskipun begitu, i love it :)
Dari LCCT, kami naik semacam minibus (minibas?) untuk sampai penginapan. And now here i am, sekamar ama mbak denin dan mbak christin :D

Saat ini waktunya istirahat. Besok akan menjadi hari permulaan dimana perjuangan akan dimulai. Enjoy and struggle! Fight! :D

Well, sepertinya ini posting pertama saya di bulan juli, dan beruntungnya saya menulisnya di perjalanan saya. Bukan saya bangga bisa menulis di negara ini, tapi memang ini impian saya ngeblog di tengah perjalanan. Well, ngga tau bakal bisa keep posting di negeri orang ini tiap waktu atau nggak.

Well, seminggu tanpa udara Indonesia...
Seminggu dengan semangat juang yang berkobar...
Apapun hasilnya, we'll do our best !
SPIRIT ^_^

[ Read More ]


Story of the Day.
Bersyukur banget, bisa dapet kesempatan baca cerita ini.
Awalnya tadi niatnya cuma mau bayar utang, eh liat buku kumpulan cerita Islami yang kayaknya bagus banget.
Dan di bawah ini, merupakan salah satu cerita yang paling berkesan. Yah, mohon maaf kepada abang Habiburrahman el Shirazy kalo saya copas untuk cerita yang satu ini. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi perenungan bagi siapapun yang membacanya :)

*******
Di tanah Kurdistan , ada seorang raja yang adil dan shalih. Dia memiliki seorang anak laki-laki yang tampan, cerdas, dan pemberani. Saat-saat paling menyenangkan bagi sang raja adalah ketika dia mengajari anaknya itu membaca Al-Quran. Sang raja juga menceritakan kepadanya kisah-kisah kepahlawanan para panglima dan tentaranya di medan pertempuran. Anak raja yang bernama Said itu, sangat gembira mendengar penuturan kisah ayahnya. Si kecil Said akan merasa jengkel jika di tengah-tengah ayahnya bercerita, tiba-tiba ada orang yang memutuskannya. Terkadang, ketika sedang asyik mendengarkan cerita ayahnya tiba-tiba pengawal masuk dan memberitahukan ada tamu penting yang harus ditemui oleh raja. Sang raja tahu apa yang dirasakan anaknya. Maka, dia memberi nasihat kepada anaknya, “Said, Anakku, sudah saatnya kamu mencari teman sejati yang setia dalam suka dan duka. Seorang teman baik, yang akan membantumu untuk menjadi orang baik. Teman sejati yang bisa kau ajak bercinta untuk surga."
Said tersentak mendengar perkataan ayahnya. "Apa maksud Ayah dengan teman yang bisa diajak bercinta untuk surga?” tanyanya dengan nada penasaran.
"Dia adalah teman sejati yang benar-benar mau berteman denganmu, bukan karena derajatmu, tatapi karena
kemurnian cinta itu sendiri, yang tercipta dari keikhlasan hati. Dia mencintaiumu karena Allah. Dan Dengan dasar itu kau pun bisa mencintainya dengan penuh keikhlasan karena Allah. Kekuatan cinta kalian akan melahirkan kekuaan dahsyat yang membawa manfaat dan kebaikan. Kekuatan cinta itu juga akan bersinar dan membawa kalian masuk surga."
"Bagaimana cara mencari teman seperti itu, Ayah?" tanya Said.
Sang raja menjawab, "Kamu harus menguji orang yang hendak kau jadikan teman. Ada sebuah cara menarik
untuk menguji mereka. Undanglah siapapun yang kau anggap cocok menjadi temanmu untuk makan pagi di sini, di rumah kita. Jika sudah sampai di sini, ulurlah dan perlamalah waktu penyajian makanan. Biarkan mereka semakin lapar. Lihatlah kemudian apa yang mereka perbuat. Saat itu, rebuslah tiga buitr telur. Jika dia tetap bersabar, hidangkanlah tiga telur itu kepadanya. Lihatlah, apa yang kemudian mereka perbuat! Itu cara yang paling mudah bagimu. Syukur jika kau bisa mengetahui perilakunya lebih dari itu."
Said sangat gembira mendengar nasihat ayahnya. Dia pun mempraktekkan cara mencari teman sejati yang cukup aneh itu. Mula-mula ia mengundang anak-anak para pembesar kerajaan satu per satu. Sebagian besar dari mereka marahmarah karena hidangnya tidak keluar-keluar. Bahkan, ada yang pulang tanpa pamit dengan hati kesal, ada yang memukul-mukul meja, ada yang melontarkan kata-kata tidak terpuji, memaki-maki karena terlalu lama menunggu hidangan.


Diantara teman anak raja itu, ada seorang bernama Adil. Dia anak seorang menteri. Said melihat sepertinya Adil anak yang baik hati dan setia. Maka dia ingin mengujinya. Diundanglah Adil untuk makan pagi. Adil memang menunggu keluarnya hidangan dengan setia. Setelah dirasa cukup, Said mengeluarkan sebuah piring berisi tiga telur rebus.
Melihat itu, Adil berkata keras,"Hanya ini sarapan kita? Ini tidak cukup mengisi perutku!"
Adil tidak mau menyentuh telur itu. Dia pergi begitu saja meniggalkan Said sendirian. Said diam. Dia tidak perlu meminta maaf kepada Adil karena meremehkan makanan yang telah dia rebus dengan kedua tangannya. Dia mengerti bahwa Adil tidak lapang dada dan tidak cocok untuk menjadi teman sejati.
Hari berikutnya, dia mengundang anak seorang saudagar terkaya. Tentu saja anak saudagar itu sangat senang
mendapat undangan makan pagi dari anak raja. Malam harinya, sengaja ia tidak makan dan melaparkan perutnya agar paginya bisa makan sebanyak mungkin. Dia membayangkan makanan anak raja pasti enak dan lezat. Pagi-pagi sekali, anak saudagar kaya itu telah datang menemui Said. Seperti anak-anak sebelumnya, dia menunggu waktu yang lama sampai makanan keluar. Akhirnya, Said membawa piring dengan tiga telur rebus di atasnya.
"Ini makanannya, saya ke dalam dulu mengambil air minum." Kata Said seraya meletakkkan piring itu di
atas meja. Lalu, Said masuk kedalam. Tanpa menunggu lagi, anak saudagar itu langsung malahap satu persatu telur itu. Tidak lama kemudian, Said keluar membawa dua gelas air putih. Dia melihat ke arah meja ternyata tiga telur itu telah lenyap.
Ia kaget.
"Mana telurnya?" tanya Said pada anak saudagar.
"Telah aku makan."
"Semuanya?"
"Ya, habis aku lapar sekali."
Melihat hal itu Said langsung tahu bahwa anak saudagar itu juga tidak bisa dijadikan teman setia. Dia tidak setia. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Sesungguhnya, Said juga belum makan apa-apa.
Said merasa jengkel kapada anak-anak di sekitar istana. Mereka semua mementingkan diri sendiri. Tidak setia kawan. Tidak bisa merasakan suka dan duka bersama. Akhirnya, Said meminta izin kepada ayahnya untuk pergi mencari teman sejati.
****
Akhirnya, Said berpikir untuk mencari teman di luar istana. Kemudian, mulailah Said berpetualang melewati hutan,ladang, sawah, dan kampung-kampung untuk mencari seorang teman yang baik. Sampai akhirnya, di suatu hari yang cerah, dia bertemu dengan anak seorang pencari kayu yang berpakaian sederhana.
Anak itu sedang memanggul kayu bakar. Said mengikutinya diam-diam sampai anak itu tiba di gubuknya. Rumah dan pakaian anak itu menunjukkan bahwa dia sangat miskin. Namun, wajah dan sinar matanya memancarkan tanda kecerdasan dan kebaikan hati. Anak itu mengambil air wudhu, lalu shalat dua rakaat. Said memerhatikannya dari balik rumpun pepohonan.
Selesai salat, Said datang dan menyapa, "Kawan, kenalkan namaku Said. Kalau boleh tahu, namamu siapa? Kau tadi shalat apa?"
"Namaku Abdullah. Tadi itu shalat dhuha."
Lalu, Said meminta anak itu agar bersedia bermain dengannya dan menjadi temannya.
Namun, Abdullah menjawab, "Kukira kita tidak cocok menjadi teman. Kau anak orang kaya, malah mungkin anak bangsawan. Sedangkan aku, anak miskin. Anak seorang pencari kayu bakar."
Said menyahut,"Tidak baik kau mengatakan begitu. Mengapa kau membeda-bedakan orang? Kita semua adalah hamba Allah. Semuanya sama, hanya takwa yang membuat orang mulia di sisi Allah. Apa aku kelihatan seperti anak yang jahat sehingga kau tidak mau berteman denganku? Kau nanti bisa menilai, apakah aku cocok atau tidak menjadi temanmu."
"Baiklah kalau begitu, kita berteman. Akan tetapi, dengan syarat hak dan kewajiban kita sama, sebagai teman
yang seia-sekata."
Said menyepakati syarat yag diajukkan oleh anak pencari kayu itu. Sejak hari itu, mereka bermain bersama; pergi ke hutan bersama ,memancing bersama, dan berburu kelinci bersama. Anak tukang kayu itu mengajarinya berenang di sungai, menggunakan panah dan memanjat pohon di hutan. Said sangat gembira sekali berteman dengan anak yang cerdas, rendah hati, lapang dada dan setia. Akhirnya, dia kembali ke istana dengan hati gembira.
Hari berikutnya, anak raja itu berjumpa lagi dengan teman barunya. Anak pencari kayu itu langsung mengajaknya makan di gubuknya. Dalam hati, Said merasa kalah, sebab sebelum dia mengundang makan, dia telah diundang makan. Di dalam gubuk itu, mereka makan seadanya, sepotong roti, garam, dan air putih. Namun, Said makan dengan sangat lahap. Ingin sekali rasanya dia minta tambah kalau tidak mengingat, siapa tahu anak pencari kayu ini sedang mengujinya. Oleh karena itu, Said merasa cukup dengan apa yang diberikan kepadanya.
Selesai makan, Said mengucapkan hamdalah dan tersenyum. Setelah itu, mereka kembali bermain. Said banyak menemukan hal-hal baru di hutan, yang tidak dia dapatkan di dalam istana. Oleh temannya itu dia diajari untuk mengenali dan membedakan jenis dedaunan dan buah-buahan di hutan; antara daun dan buah yang bisa dimakan, yang bisa dijadikan obat, serta yang beracun.
"Dengan mengenal jenis buah dan dedaunan di hutan secara baik, kita tidak akan repot jika suatu kali tersesat. Persediaan makanan ada di sekitar kita. Inilah keagungan Allah!" kata anak pencari kayu.
Seketika itu, Said tahu bahwa ilmu tidak hanya dia dapat dari madrasah seperti yang ada di ibukota kerajaan ilmu ada di mana-mana. Bahkan, di hutan sekalipun. Hari itu, Said banyak mendapatkan pengalaman berharga.
Ketika matahari sudah condong ke Barat, Said berpamitan kepada sahabatnya itu untuk pulang. Tidak lupa, Said mengundangnya makan di rumahnya besok pagi. Lalu, dia memberikan secarik kertas pada temannya itu.
"Pergilah ke ibu kota , berikan kertas ini kepada tentara yang kau temui di sana . Dia akan mengantarkanmu ke rumahku," kata Said sambil tersenyum.
"Insya Alloh aku akan datang." Jawab anak pencari kayu itu.
*****
Pagi harinya, anak pencari kayu sampai juga di istana. Dia sama sekali tidak menyangka kalau Said adalah anak raja. Mulanya, dia ragu untuk masuk istana. Akan tetapi, jika mengingat kebaikan dan kerendahan hati Said selama ini, dia berani masuk juga. Said menyambutnya dengan hangat dan senyum gembira. Seperti anak-anak sebelumnya yang telah hadir di ruang makan itu. Said pun menguji temannya ini. Dia membiarkannya menunggu lama sekali. Namun, anak pencari kayu itu sudah terbiasa lapar. Bahkan, dia pernah tidak makan selama tiga hari. Atau, terkadang makan daun-daun mentah saja. Dia hanya berpikir, seandainya semua anak bangsawan bisa sebaik anak raja ini, tentu dunia akan tentram. Selama ini, dia mendengar bahwa anak-anak pembesar kerajaan senang hura-hura. Namun, dia menemukan seorang
anak raja yang santun dan shalih. Akhirnya, tiga butir telur masak pun dihidangkan. Said mempersilahkan temannya untuk memulai makan. Anak pencari kayu bakar itu mengambil satu. Lalu, dia mengupas kulitnya pelan-pelan. Sementara Said mengupas dengan cepat dan menyantapnya. Lalu dengan sengaja Said mengambil yang ketiga, mengupasnya dengan cepat dan melahapnya. Temannya selesai mengupas telur. Said ingin melihat apa yang akan dilakukan temannya dengan sebutir telur itu, apakah akan dimakannya sendiri atau?"
Anak miskin itu mengambil pisau yang ada di dekat situ. Lalu, dia membelah telur itu jadi dua. Yang satu dia pegang dan yang satunya lagi, dia berikan kepada Said. Tidak ayal lagi, Said menangis terharu. Lalu Said pun memeluk anak pencari kayu bakar itu erat-erat seraya berkata. "Engkau teman sejatiku! Engkau teman sejatiku! Engkau temanku masuk surga."
Sejak itu, keduanya berteman dan bersahabat dengan sangat akrab. Persahabatan meraka melebihi saudara kandung. Mereka saling mencintai dan saling menghormati karena Alloh swt. Karena kekuatan cinta itu mereka bahkan sempat bertahun-tahun mengembara bersama untuk belajar dan berguru kepada para ulama yang tersebar di Turki, di Syiria, di Irak, di Mesir dan di Yaman. Setelah berganti bulan dan tahun, akhirnya keduanya tumbuh dewasa. Raja yang adil, ayah Said meninggal dunia. Akhirnya, Said diangkat menjadi raja untuk menggantikan ayahnya. Menteri yang pertama kali dia pilih adalah Abdullah, anak pencari kayu itu. Abdullah pun benar-benar menjadi teman seperjuangan dan penasihat raja yang tiada duanya. Meskipun telah menjadi raja dan menteri, keduanya masih sering malakukan shalat tahajud dan membaca Al-Quran bersama. Kecerdasaan dan kematangan jiwa keduanya mampu membawa kerajaan itu maju, makmur, dan jaya.

Dikutip dari sebuah karya Habiburrahman El Shirazy

[ Read More ]

Kusepikan malam ini,
hanya sunyi merayap,
ditemani oleh riuh gemeretak keyboard beradu dengan jemari,
sesekali tokek mengejek dengan suaranya yang parau, tokek...

*lho lho lho, kok malah gini sih, jelas jelas masih siang di luar sana hahaha

Tulisan singkat, yak singkat kata yang ingin aku tulis untuk mengabarkan pada tempat berantah ini.

welcome to a very new life !

bisa diterjemahkan sebagai "Selamat datang kehidupan baru !"
atau "Selamat ulangtahun"
atau "Selamat menempuh hidup baru"
atau "Selamat anda beruntung mendapat uang tunai sebesar 20 juta, silahkan tukarkan kupon di warung terdekat"
dan masih banyak lagi ungkapan serupa.

Kalau dipikir-pikir, sepertinya masa-masa ini jadi masa yang serba baru.
Kurikulum baru, profesi baru, temen baru, pengalaman baru, celana baru, baju baru, tinggal kurang tahun ajaran baru aja.
Dan dari pernyataan saya "welcome to a very new life !" sebenernya saya juga agak ragu untuk membubuhi tanda seru (!). it means : siap ga siap harus siap.
Tapi kalo saya ganti jadi question mark (?), mati segan hidup tak mau dong *eh kebalik ga ya? hehe

Intinya, saya yakin dengan tanda seru ini.
Karena saya tau, tiap pagi saya terbangun, saya sudah siap dengan hari yang baru.

Dan ketika semua orang mengucapkan "Good Morning", bagi saya itu adalah representasi "Good Luck"

Let's have a day ! :)

[ Read More ]

Rasa-rasanya seperti abis melewati hari yang panjaaaaaaaang banget...
Capek, iya.
Bangun kesiangan, lagi-lagi iya.
Seneng? Bangeeettt :)

Di balik tugas besar yang bikin tidur nggak nyenyak,
di balik kesibukan temen-temenku ngevent,
syukurlah, aku masih sempet sibuk maen kesana kemari hahaha *mumpung belum semester tua :p

Namun sepertinya permainanku ini harus di-pause sejenak (paling tidak berkurang)
Empat belas hari lagi menuju UAS
dan.......
NOL BESAR untuk kategori persiapan.
Bbbrr, kok udah ngeri ya bayanginnya (=.='')

Oke!
sekarang waktunya SINGSINGKAN LENGAN BAJU, untuk fotokopi catatan temen-temen.
Semoga hari-hari menyenangkan sebelum ini bisa menjadi motivasi untuk hari-hari berikutnya yang lebih produktif, bermanfaat, dan siap menghadapi hari besar para mahasiswa : UAS
---dan hasil memuaskan yang lebih baik dari semester kemarin, amiiiin Ya Allah ('.')---
[ Read More ]

Sekelompok alumni satu universitas yang telah mapan dalam karir masing-masing berkumpul dan mendatangi professor kampus mereka yang telah tua. Percakapan segera terjadi dan mengarah pada keluhan tentang stress di pekerjaan dan kehidupan mereka.
Menawari tamu-tamunya kopi, professor pergi ke dapur dan kembali dengan porsi besar berisi kopi dan cangkir berbagai jenis dari porselin, plastik, gelas kristal, gelas biasa, beberapa di antaranya gelas mahal dan beberapa lainnya sangat indah, dan mengatakan pada para mantan mahasiswanya untuk menuang sendiri kopinya.
Setelah semua mahasiswanya mendapat secangkir kopi di tangan, professor itu mengatakan: "Jika kalian perhatikan, semua cangkir yang indah dan mahal telah diambil, yang tertinggal hanyalah gelas biasa dan murah saja. Meskipun normal bagi kalian untuk mengingini hanya yang terbaik bagi diri kalian, tapi sebenarnya itulah yang menjadi sumber masalah dan stress yang kalian alami."
Pastikan bahwa cangkir itu sendiri tidak mempengaruhi kualitas kopi. Dalam banyak kasus, itu hanya lebih mahal dan dalam beberapa kasus, bahkan menyembunyikan apa yang kita minum. Apa yang kalian inginkan sebenarnya adalah kopi, bukan cangkirnya, namun kalian secara sadar mengambil cangkir terbaik dan kemudian mulai memperhatikan cangkir orang lain. Sekarang perhatikan hal ini: hati kita bagai kopi, sedangkan pekerjaan, uang dan posisi adalah cangkirnya. Sering kali karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang Tuhan sediakan bagi kita.
~~~~~

Iya iyaa, maaf agak copas :p
Udah lama pengen ngepost cerita ini.
Mungkin udah ga asing lagi ama cerita ini.
Tapi tetep aja, cerita ini paling ngena,
paling aku inget esensinya.
Mungkin karena cerita ini yang akhirnya ikut mengubah hidupku.
Dan perlu diketahui,
saat ini gelasku adalah gelas yang biasa saja.
Walaupun bukan gelas porselen, bukan gelas mahal,
bukan gelas impor, bukan gelas cantik.
Namun, kali ini kopinya sangat nikmat.
Sedap disantap anget-anget di pagi hari ditemani sebuah koran,
hmmmm :)
Yah, mungkin bukan gelas terindah,
bukan kopi ternikmat juga,
paling tidak mencoba belajar untuk menikmati setiap tegukan kopinya.
Semoga kamu dan siapapun,
dapat menemukan gelas terindah,
dan kopinya yang ternikmat :)


[ Read More ]

'Different'
It's a magic word
and different

When my friend told me that everybody's changing
I realized that it happens to you too
And,
we're now really live in different world
You, with your own pathway
Pathway that i can't walk side by you

.......
[ Read More ]