PUT THE GARBAGE IN THE RIGHT PLACE

saya tidak menyalahkan bagi siapapun yang mau bilang ini sampah, karena beginilah adanya. yang terpenting saya buang sampah pada tempatnya :)


starts with 'do' and ends with 'do'
then they combine it into the nice songs
or they can't at all
generally it's the art of learning music

unconciously,
it seems such the art of people learning their own self


[ Read More ]

Membutuhkan berjuta kata untuk menggambarkan satu peristiwa, namun hanya dengan satu gambar untuk menceritakan segalanya - 10 februari 2011, ruang sidang jtmi


wah rasanya belum afdhol untuk melanjutkan kehidupan blogging kalo belum ngepost tentang DIAFRAGMA -walaupun udah kelewat seminggu-
hehehe
_________________________________________________________________________


Arbain Rambey

DIAFRAGMA (Diklat Fotografi Gadjah Mada) merupakan event HMTI pertama yang diselenggarakan oleh departemen Pers Mahasiswa. Diafragma merupakan revolusi dari annual event, Diklat Jurnalistik (DJ) yang telah sukses diselenggarakan selama 5 tahun ke belakang. Bekerjasama dengan Kompas, Diafragma menghadirkan fotografer senior Kompas, Arbain Rambey. Diklat yang berlangsung pada 10-12 Februari 2011 ini sukses menjaring peserta dari berbagai instansi selain Jurusan Teknik Mesin dan Industri UGM. Format diklat fotografi ini cukup unik. Pada hari pertama berlangsung diklat yang diisi oleh Pak Santoso dan Pak Arbain Rambey bertempat di Ruang Sidang JTMI. Kemudian dilanjutkan dengan hunting foto pada hari kedua. Puncaknya adalah pameran hasil karya foto peserta yang diselenggarakan di Kantor Pusat Fakultas Teknik (KPFT) UGM. Hal yang menarik dari diklat ini adalah para pembicara yang mumpuni di bidangnya, salah satunya fotografer KOMPAS, Arbain Rambey yang menyampaikan materinya secara segar dan menyenangkan.


Arbain and Me


foto bareng peserta dengan KOMPAS

foto bareng panitia dengan KOMPAS


pengunjung diafragma expo

galeri hunting foto:

Pasar Hewan





galeri foto diafragma di balik layar :

kapan lagi ngobrol ma Pak Arbain :))

 
Beauty and the Beast :p

Cameramen alih Profesi

Cheers!!! ^.^



Semangat Pagiii :)

Nikon d40x
Camera by Adisa Ginanjar
Photo by Adisa 'n Friends
________________________
Berkat doa dan kerjasama serta kekompakan panitia,
partisipasi peserta dan pengunjung,
dan juga pemateri yang mumpuni dalam bidangnya,
Alhamdulillah, menjadikan DIAFRAGMA terselenggara dengan sukses.

Semoga segala kelebihan bisa menjadi manfaat dan kekurangannya sebagai evaluasi pada event berikutnya.

Sampai jumpa pada DIAFRAGMA #2
:)


[ Read More ]


Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI) Universitas Gadjah Mada mempersembahkan “DIAFRAGMA”, Diklat Fotografi Gadjah Mada. Acara yang bekerja sama dengan harian Kompas Jakarta ini akan mendatangkan fotografer senior Kompas, Arbain Rambey.

Pelaksanaan :
Waktu : Kamis-Jumat (10 s.d 12 Februari 2011)
Tempat : Ruang Sidang Jurusan Teknik Mesin dan Industri dan KPFT Fakultas Teknik UGM.

Rundown :
Hari I - Diklat Fotografi bersama Arbain Rambey (fotografer senior Kompas)
Hari II - Sesi hunting foto
Hari III
- Evaluasi foto
- Pameran Foto (bertempat di selasar KPFT)

Registrasi
Untuk pendaftaran, silahkan kunjungi Lobi Jurusan Teknik Mesin dan Industri pada 17 Januari s.d 9 Februari 2011 atau dapat hubungi CP yang terlampir pada poster.
Pelajar / Mahasiswa S1 UGM : Rp 120.000
Umum : Rp 150.000

Contact Person : Dhyana Paramita - 081578115995
dapatkan informasi terbaru di http://www.facebook.com/pages/Diklat-Fotografi-Gadjah-Mada-DIAFRAGMA/170779582942748

“TANGKAP PERISTIWA DENGAN LENSAMU!”



[ Read More ]

hari ini hari jumat
hari yang sama dengan hari-hari sebelumnya
*hari yang penuh kegalauan*

so untuk mengatasi hal tersebut,
saya memilih untuk melanglang buana di areal Jogja ditemani oleh 'ambassador' Klaten, Anindita Novian, yang untuk sementara kini beralih profesi sebagai 'ambassador' Diafragma *hahahahaha

dari yang mulanya belanja di Islamic Book Fair sampe panas-panas di Benteng Vredeburg,
-jadi inget insiden hampir ngebakar rumah makan- hahaha
*fiuuh, smoga segentong keringat kita berbuah hasil ya, jeng :D

berikut hasil dokumentasinya :











yihaaaa. . ^_^
*mungkin suatu saat nanti, dari pihak departemen pariwisata ada yang tertarik untuk merekrut kami sebagai ambassador Vredeburg atau konsultan DIY, bisa hubungi nomor hape kami :D


[ Read More ]

Kali ini saya nominasikan kepada hari Sabtu, 29 Januari 2011 (kemarin) sebagai
The Mbolang's Day

Mulanya, kemarin saya berencana untuk mematikan handphone seharian dan bersantai sejenak di rumah ditemani dengan film-film yang sudah saya pinjem di salah satu rental di Jakal. Yah, sebenernya memang kepala saya sedang suntuk dan tidak berhasrat untuk pergi kemanapun. Namun, ada tawaran menarik dari BSO (baca: fiagra) yang mengajak untuk syuting di Cangkringan (baca: rumah mbak ning). Sempat menolak, tapi karena ada tawaran baik dari seorang teman (baca: Anang 'Hermansyah') untuk menjemput maka gayung pun kusambut. Bodohnya, ternyata dia ga hapal rumah mbak ning (saya pun lupa saking jauhnya). Maka berbekal dengan ingatan samar-samar dan panduan dari bang Adistyan via sms, kami pun nekat menerobos Jakal.

Yak, tak disangka panduan dari Bang Adistyan malah mengantarkan kami ke suatu portal dimana kami diminta ikut 'iuran'. Dalam hati aku berpikir,"Sejak kapan ke rumah mbak ning suruh bayar 6000 per orang?"
Oh, men, akhirnya kami benar-benar yakin kalo kami tersesat jauh -.-"
Well, kepalang tanggung. Udah bayar, abis bensin, mengapa tidak kita lihat apa yang ada di atas sana *hahaha
dan WOW, ternyata memang menyegarkan, 1 komentar: I LIKE IT
setelah diselidiki, di sini adalah wisata ex rumah Mbah Maridjan.

ex rumah mbah Maridjan







foto-foto yang lain....









Setelah puas berfoto ria, akhirnya kami mencoba lagi mencari rumah Mbak Ning dan ketemu juga *meskipun tetep nyasar dulu.
Usut punya usut, kata Mbak Ning, kami nyasar sejauh 10 km. Lumayaaan *thanks to bensinnya Anang*

Emang dasarnya bolang, jadi meskipun nyasar, nikmati ajaaaa^.^



[ Read More ]

rumah ini rasanya sepi banget deh
biasanya juga sepi sih,tapi bukan hampa yang seperti ini.


sampai saat ini
kadang aku masih berusaha meyakinkan diriku bahwa ini hanya mimpi buruk belaka,
dan berharap aku segera terbangun dan mendapati diriku berkata, "Astaghfirullah,untung cuma mimpi..". Kemudian aku berjalan ke belakang dan kudapati mama sedang jalan-jalan di taman belakang atau membaca koran di teras taman.
tapi sepertinya hal itu tidak berguna
karena bagaimanapun juga tak ada yang membangunkanku dari tidurku ini
dan tak ada yang berkata, "Dhy, kamu sedang mimpi buruk."
memang, beberapa bulan, beberapa minggu sebelum kejadian itu, beberapa kali aku bermimpi tentang kehilangan anggota keluarga. lalu biasanya aku tersentak bangun kemudian menghirup nafas lega sambil komat-kamit istighfar dan syukur.
kalo kata orang, berdasarkan kepercayaan, mimpi ini memiliki arti bahwa yang berada dalam mimpi itu akan panjang umur. so,aku kerap menenangkan diri dengan kepercayaan itu.
persetan dengan itu, nyatanya sekali kepercayaan tetap kepercayaan.


well,aku telah melewatinya...
kurang lebih sudah 9 hari sejak itu...
bukan hal yang mudah untuk mengembalikan minat belajarku (sedang UAS sekalipun),
apalagi nafsu makanku.
ini semua bukan hanya tentang kehilangan, bukan.
sesuatu yang kerap menjangkiti kalbuku...
sesuatu yang kerap membuat ruang di jiwa semakin sesak...
adalah ketika kudapati diriku yang masih jauh dari impiannya...
masih jelas kuingat pada hari-hari menjelang ajal,mama berkata,"Kamu tetep belajar ya,mbak"
dalam hati aku berkata,"Itu pasti lah,Ma, mama kan akan segera sembuh"
well,nyatanya aku hanya manusia biasa yang hanya mampu berharap dan menerawang.
"one of reasons i keep studying is to make you proud of me"


benar apa yang pernah dikatakan Imam Al-Ghazali tentang pertanyaannya:
“Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”
jawabannya
"MATI"

satupun dari kami tak ada yang menyangka kau pergi secepat ini
angan-angan kita masih panjang
aku sudah membayangkan untuk melanjutkan karir di kota ini
sesuai permintaanmu untuk menemanimu di sini
masih kental dalam ingatanku ketika suatu hari aku denganmu berada di dalam mobil
kemudian kau berkata,"nanti kalo orang udah mati,yang bisa menyelamatkan tu cuma ilmu yang bermanfaat,amal jariyah, dan doa anak-anaknya"
entah,aku merasa mama menekankan poin ketiga
dan tak kusangka inilah saatnya

sehari setelah kepergian mama
aku mengantarkan bude ke stasiun Tugu
aku harap hal itu bisa membuatku lebih baik
tapi ternyata aku kerap memalingkan mukaku dari bude untuk sekedar menahan air mata
di stasiun ini
aku melihat kilas balik masa dimana aku dan mama menunggu kereta yang akan mengantarkan kita ke purwakarta
kita sempat solat di stasiun ini
dan kulihat pula kilas balik dimana kita memesan nasi goreng dan indomie rebus yang nikmat di kereta itu
dan juga kilas pemandangan menakjubkan yang kita lihat bersama dari balik jendela
yap,perjalanan hanya berdua yang memakan waktu 10 jam

dan sepulang mengantarkan bude
kulewati tukang jual molen di dekat perempatan
ini adalah jalan yang kerap kita lewati dulu dan kau memintaku untuk turun membeli beberapa molen untuk disantap bersama kakak adik
aku kerap malas dan pemalu
tapi kurasa hal inilah yang membuatku sekarang jadi tukang nekat
kemudian menyusuri melewati SDku dulu, tempat dimana kuhabiskan masa kecilku
saat dimana kau setia menunggu menjemputku dengan mobil sedan di depan sekolah

satu yang membuat dadaku kerap sesak yaitu
aku belum sempat mengucapkan dua kata : 'Maaf' dan 'Sayang'
kau bahkan belum sempat menciumi cucumu sendiri
kita bahkan belum berfoto bersama dengan toga yang bertengger manis di kepalaku
aku bahkan belum sempat meletakkan gaji pertama di mejamu
aku bahkan masih bermimpi untuk membelikan bros paling cantik di hari ulangtahunmu

well,takdir ini pasti terjadi
hanya misteri waktu saja yang sudah terungkap
kalo kata Papa yang pernah dinasehati sama eyang
"orang yang sudah gada,jangan dibebani,nanti dia bisa nangis,susah. skrg kita yang masih hidup harus ikhlas"
dan kini aku semakin terbiasa dengan 'mimpi buruk' ini dan yakin bahwa 'aku takkan terbangun dari mimpi ini'

mungkin aku belum menjadi anak yang mama banggakan
menjadi seorang wanita karir dengan kasih sayang bagi keluarganya
tapi aku sangat berharap dan berdoa
mama bahagia di singgasana mama yang baru
tersenyum dan merasakan hawa kebahagiaan abadi
maafkan adinda yang tak pandai merangkai kata
tapi izinkan syair doa terus melantun dari sanubariku



tertanda
anakmu
[ Read More ]

haaaaaaaaaaaaah*
saya berasa mau gila...
kepala saya mendidih...
mulai dari matematika, statistika, termodinamika, dan (sebut saja semua mata kuliah di semester 3) -.-
kalo diijinkan, otak saya ingin salto 7 kali keluar kepala...
kalo saja ada software yang bisa bikin hal ini terwujud...
tak apa dhy...
-pasti ada hikmahnya- (kata mbak ning)
but it,s ok...
hidupku masih jauh lebih berarti daripada nilai di atas kertas...
jauh lebih beruntung dapat mencicipi keberadaan di tengah2 pertemanan...
seperti saat ini, sedang belajar bersama di kptu...
mbak ning, anang, dhana, dan teman2 lain yang sudah pulang terlebih dahulu.
waka waka ee


-gada masalah yang benar-benar masalah di dunia ini-
semua pasti ada solusinya :)


SEMANGAT! *RAWRR
[ Read More ]

sedang berada di balkon..balkon rmh sakit..
smbil mnemani,smbil buka2 buku statistika..meskipun tidak di rumah,tp aku sangat menikmati suasana belajar ini..suasana yg baru hahaha
alasan:
- kalo ngantuk gada alasan bobo (gada kasur)
- kalo bosen gabisa nonton tv
- kalo bosen gabisa buka laptop
- kalo pgn ngemil bs ditahan (buset,ngemil disini kudu jajan dong)
- dan yg terpenting,aku sdg di balkon!
di balkon ini,aku bs menikmati gemericik hujan,dan ini adalah musik favoritku.
ahh,inilah surgaku :D
[ Read More ]